Digital Signature, Inovasi BNI untuk Permudah Pengajuan Kartu Kredit


Digital Signature, Inovasi BNI untuk Permudah Pengajuan Kartu Kredit Rating : 0/ 5 ( 0 )
Mulai awal tahun 2020 ini, Bank BNI akan mulai menerapkan digital signature, yakni fitur untuk melakukan tanda tangan secara digital agar pengajuan kartu kredit menjadi lebih mudah. Selama ini, pengajuan kartu kredit secara online terkendala masalah tanda tangan basah yang harus dilakukan oleh calon nasabah.

Proses tanda tangan basah yang harus dilakukan oleh nasabah dinilai memperlama proses pengajuan kartu kredit. Padahal proses pengisian formulir aplikasi kartu kredit serta pengiriman dokumen sudah sejak lama bisa dilakukan secara online.


Bank BNI mengungkapkan bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia untuk menerapkan fitur digital signature. Ke depannya, diharapkan pengajuan kartu kredit akan semakin mudah, cepat, aman, dan nyaman dengan adanya fitur digital signature ini.

Nasabah tidak perlu lagi datang ke bank untuk melakukan tanda tangan basah. Atau bank pun tidak perlu mengirimkan kurir ke kantor calon nasabah untuk meminta tanda tangan basah. Semua karena tanda tangan bisa dilakukan secara digital dengan digital signature dari Bank BNI.

Bank BNI mengungkapkan bahwa inovasi ini diharapkan akan dapat mendongkrak jumlah pemegang kartu kredit baru BNI. Perseroan menargetkan setidaknya ada 1000 nasabah kartu kredit baru dari hasil fitur digital signature ini setiap bulannya, dan 400.000 pemegang kartu kredit baru untuk tahun 2020 ini.

Hingga saat ini, Bank BNI mengaku telah menerbitkan kartu kredit BNI sebanyak 1,86 juta keping kartu. Di bulan November 2019, Bank BNI mencatat adanya penambahan kartu kredit baru BNI sebanyak 360.000 kartu dengan target sebanyak 400.000 keping kartu.


Beberapa strategi lain yang akan diterapkan Bank BNI untuk mencapai target 400.000 keping kartu kredit baru BNI di tahun 2020 ini misalnya menyasar ke captive market yakni memanfaatkan institusi yang sudah bekerja sama dengan perseroan, melalui nasabah payroll BNI, dsb. Captive market dinilai memiliki potensi approval kartu kredit lebih tinggi.

Tambah Pemegang Kartu Kredit Baru untuk Dongkrak Volume Transaksi Kartu Kredit

General Manager Divisi Bisnis Kartu PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) Okky Rushartomo Budiprabowo mengakui bahwa volume transaksi kartu kredit BNI pada tahun ini cenderung tumbuh flat bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Bahkan, Bank BNI hanya mencatatkan pertumbuhan volume transaksi kartu kredit sebesar 6% saja hingga periode November 2019. Periode pemilu 2019 bahkan disebut-sebut yang paling besar dalam menyumbang angka perlambatan tersebut.

Selain karena pemilu 2019, sektor pariwisata yang biasanya menyumbang pertumbuhan volume transaksi kartu kredit paling tinggi juga kini lesu. Ini karena perusahaan maskapai yang bekerja sama dengan perseroan sama sekali tidak memberikan promo untuk tahun ini.

Meski begitu, perseroan tetap optimis dengan memasang target pertumbuhan double digit. Bank BNI melihat ada potensi untuk tumbuh melalui kolaborasi dengan fintech. Promosi kartu kredit juga akan tetap berjalan meski tidak banyak.

Loading...

Ingin Punya Kartu Kredit?

Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Digital Signature, Inovasi BNI untuk Permudah Pengajuan Kartu Kredit

Artikel Terkait