E-filling Pajak Online: Apa dan Bagaimana Rating : 0/5 (1)

Bulan Maret biasanya merupakan bulan-bulan sibuk dan menegangkan bagi para karyawan maupun pengusaha. Mengapa? Ternyata bulan Maret biasanya merupakan deadline atau batas akhir untuk pelaporan SPT pajak.

Apa itu SPT Pajak?

SPT merupakan singkatan dari Surat Pemberitahuan Tahunan pajak. Seringnya yang kita dengar adalah lapor SPT. Lapor SPT wajib dilakukan oleh wajib pajak. Nah, anda yang sudah memiliki NPWP, artinya anda adalah wajib pajak. Anda merupakan pembayar pajak, dan karenanya wajib untuk melaporkan aktivitas pembayaran pajaknya.

SPT pajak dilaporkan setiap tahun. Untuk tahun ini, tanggal 31 Maret 2017 merupakan batas akhir untuk pelaporan pajak tahun 2016 lalu.

Bagaimana cara lapor SPT pajak?

Zaman dahulu, untuk melaporkan SPT pajak, seseorang harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dan terkadang harus mengantri panjang untuk bisa lapor.

E-filling pajak online

Sekarang untuk lapor SPT pajak, bisa dilakukan dengan e-filling pajak online di situs DJP Online. E-filling pajak secara online mulai gencar dikampanyekan sejak tahun lalu. Akan tetapi, karena situs belum maksimal dan sosialisasi yang kurang menyeluruh, akhirnya e-filling pajak online tahun lalu menuai banyak keluhan dari pelapor pajak online karena situsnya yang sering down dan e-filling online gagal dilakukan hingga batas waktu berakhir.

Tahun lalu dengan alasan situs yang belum maksimal, maka e-filling online diundur hingga akhir April. Tapi tahun ini, sepertinya perbaikan pelayanan sudah dilakukan sehingga kemungkinan tidak mengalami eror karena jumlah pengguna yang membludak. Saran admin sih, isi e-filling jangan pas mepet-mepet tanggal berakhir, takutnya orang lain akan berpikiran sama dan akhirnya eror.

Baca juga: Mengapa Sebaiknya Tidak Boleh Memiliki Banyak Kartu Kredit

Tahap-tahap e-filling pajak online

Anda yang baru pertama kali lapor SPT pajak dengan cara e-filling online, mungkin akan sedikit kebingungan lantaran proses yang harus dilalui, serta istilah-istilah dalam pajak yang tidak familiar di telinga.

Sebelumnya, ketahui dulu jenis SPT yang ada. Saat ini ada 3 jenis SPT, yaitu:

  1. SPT 1770 SS
    Anda masuk dalam kriteria SPT 1770 SS bila:
    • Penghasilan selama setahun kurang dari 60 juta
    • Berprofesi sebagai: Pegawai Swasta, PNS/ASN, TNI/polri, atau Pegawai BUMN/BUMD
    • Bukan Pengusaha atau pekerjaan bebas

  2. SPT 1770 S
    Anda masuk dalam kriteria SPT 1770 S bila:
    • Bila penghasilan selama setahun 60 juta atau lebih
    • Berprofesi sebagai: Pegawai Swasta, PNS/ASN, TNI/polri, atau Pegawai BUMN/BUMD
    • Bukan Pengusaha atau pekerjaan bebas

  3. SPT 1770
    Anda masuk dalam kriteria SPT 1770 bila:
    • Profesi sebagai pengusaha, pekerja profesional seperti akuntan, dokter, notaris, dst.

Di bawah ini, Pilihkartu memberikan contoh untuk e-filling SPT 1770 SS (Sangat Sederhana), ikuti tahapannya di bawah ini:

  1. Log in

    Log in ke halaman pengisian DJP Online https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan memasukkan nomor NPWP dan password.

    Jika belum punya akun di situs DJP Online silakan untuk membuat terlebih dahulu. Namun, biasanya wajib pajak yang sudah punya NPWP, pasti sudah punya akun lantaran untuk membuat NPWP harus memiliki akun di DJP Online terlebih dahulu.

  2. Halaman Depan
    Bila sudah berhasil log in ke akun anda, maka akan muncul halaman seperti di bawah ini
  3. Buat SPT
    Klik ‘Buat SPT’ untuk memulai e-filling online. Kemudian ikuti pilihan yang ada sesuai dengan data diri anda, tujuannya untuk menentukan anda masuk dalam kriteria SPT yang mana. Di bawah ini adalah sample sebelum pengisian formulir:
  4. Isi Formulir
    Klik button berwarna merah bertuliskan SPT 1770 SS untuk mulai mengisi formulir

Pilihlah tahun pajak, dan status SPT, bila membuat baru maka pilih Normal. Klik berikutnya dan isikan terus data pajak anda pada form yang telah disediakan. Form selanjutnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Form di atas ini isikan pada bagian 1, 2, dan 3. Dari perusahaan biasanya memberikan selebaran kertas hasil pengisian pajak oleh kantor kepada masing-masing karyawan, anda tinggal mengisikan sesuai dengan yang tertera pada kertas tersebut. Kemudian klik 'Berikutnya'.

Biarkan kosong pada bagian ini.

Isikan jumlah keseluruhan harta pada akhir tahun pajak (untuk pajak tahun 2016, akhir tahun pajak adalah 31 Desember 2016. Jangan lupa isikan keseluruhan kewajiban/utang pada akhir tahun pajak. Kosongkan jika anda tidak memilikinya.

Klik setuju, lalu klik 'Berikutnya'.

Terakhir, akan muncul halaman konfirmasi pengiriman seperti gambar di atas, Klik 'di sini' untuk mengambil kode verifikasi. Buka email anda untuk mengambil kode yang dikirimkan, kemudian copy dan paste ke kolom yang disediakan. Klik Kirim SPT untuk menyelesaikan e-filling pajak online anda.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk E-filling Pajak Online: Apa dan Bagaimana

Aji 23 March 2017

(0)
terimakasih tips dan cara isi pajak online nya, kemaren bingung mau nanya siapa gitu hehe.. makasi pilihkartu..

admin 23 March 2017

(0)

Sama2 :).

Artikel Terkait