E-Wallet, Bentuk Lain dari E-Money Yang Sebaiknya Kamu Tahu


E-Wallet, Bentuk Lain dari E-Money Yang Sebaiknya Kamu Tahu Rating : 0/5 (0)

Peraturan pemerintah yang mewajibkan pembayaran transaksi tol menggunakan e-money nampaknya berhasil membuat nama e-money mencuat pesat di masyarakat. Jagat internet tanah air hampir dapat dipastikan tak luput dari konten berbau e-money. Maklum saja, kebijakan pemerintah yang satu ini memang menimbulkan pro dan kontra, misalnya saja isu PHK karyawan tol hingga timbulnya tongtol (tongkat tol).

E-Money, Bukan Barang Baru

Padahal, bila dirujuk kembali ke awal kemunculan e-money, ia sudah hadir sejak tahun 2007 yang kehadirannya diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik. E-money atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai uang elektronik merupakan alat pembayaran dengan ketentuan bahwa nilai uang yang disimpan secara elektronik didasarkan pada nilai uang yang telah disetorkan terlebih dahulu oleh pemilik kartu elektronik.

Macam-macam E-money

E-money atau uang elektronik mempunyai beberapa bentuk, yang lazim adalah dalam bentuk kartu seukuran kartu kredit/debit/ATM, dengan saldo yang bisa diisi ulang maksimal hingga 1 juta rupiah. Beberapa perbankan telah menerbitkan e-money dalam bentuk kartu antara lain seperti Mandiri e-Money, BNI TapCash, BCA Flazz Card, BRizzi BRI, dsb.

Nah, berhubung yang lebih dulu beredar adalah e-money dalam bentuk kartu, publik saat ini belum begitu mengenal bentuk lain dari e-money, seperti e-wallet yang merupakan e-money berbasis server. E-money semacam ini membutuhkan koneksi dengan server penerbit tiap kali pengguna ingin menggunakannya untuk transaksi.

Teknologi yang bertumbuh dengan sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir turut mempengaruhi perkembangan dan kemunculan e-wallet di Indonesia. Di tahun 2017, ada banyak sekali e-wallet yang sudah bisa kita gunakan, misalnya saja T-Cash dari Telkomsel, XL Tunai, Rekening Ponsel CIMB Niaga, DOKU wallet, BBM Money Permata Bank, dan masih banyak lagi lainnya.

E-wallet masih belum sepopuler kartu e-Money

Meski sudah banyak bermunculan dan bisa digunakan untuk berbagai hal, tapi e-wallet masih kalah populer dibandingkan kartu e-money. Kartu e-Money masih dinilai sebagai alat pembayaran yang lebih luas menjangkau dibanding dengan e-wallet, sebut saja bayar jalan tol, bayar tiket transjakarta, beli snack atau minum di Indomaret-Alfamart, sampai beli tiket bisa menggunakan kartu e-Money.

Penggunaan e-wallet saat ini masih terbatas pada penggunaan online, meski sudah ada yang bisa dipakai untuk belanja secara offline seperti T-Cash dari Telkomsel. Hanya dengan mendekatkan T-Cash yang berupa stiker berteknologi NFC (Near Field Communication) ke mesin pembaca, maka pembayaran sudah bisa terverifikasi. Untuk smartphone yang telah mempunyai teknologi NFC, maka pengguna tinggal mengunduh aplikasi dan mendekatkan handphone pada mesin pembaca.

Kartu E-Money dan E-wallet sama-sama harus di top up

Kedua bentuk e-money tersebut pada dasarnya sama, yakni alat pembayaran dengan karakteristik utama seperti:

  1. Tidak perlu ada registrasi atau pendaftaran diri ke penerbit e-money. Pengguna hanya perlu membeli e-money, mengisinya, dan langsung menggunakannya.
  2. Saldo maksimal nilainya kecil. Ini karena e-Money penggunaannya tidak perlu PIN, siapapun bahkan yang bukan pemilik kartu bisa menggunakan e-money, maka saldonya dibatasi kecil saja, maksimal 1 juta menurut ketentuan BI.

Nah, belakangan ini nama e-money mencuat karena hubungannya dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan pengguna tol membayar tarif tol menggunakan kartu e-money. Selain itu, kebijakan lain yang tak kalah heboh adalah pemberlakuan biaya administrasi untuk tiap kali top up kartu e-money. Kebijakan biaya untuk top up ini menuai reaksi negative dari masyarakat meski BI telah menetapkan aturan maksimal biaya adalah Rp1500.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk E-Wallet, Bentuk Lain dari E-Money Yang Sebaiknya Kamu Tahu

Artikel Terkait