Fintech Rawan diserang Cybercrime?


Fintech Rawan diserang Cybercrime? Rating : 0/ 5 ( 0 )
Dunia financial technology memang sedang berjaya. Di Indonesia sendiri, pemerintah mengharapkan fintech dapat meratakan inklusi keuangan, terutama kepada masyarakat di pelosok-pelosok desa yang belum tersentuh oleh perbankan konvensional.

Permasalahan kemudian adalah, financial technology (fintech) yang seringkali masih dalam tahap startup seringkali menjadi sasaran serangan siber (cyber-attacks). Meski pembayaran secara mobile menawarkan kemudahan yang sulit untuk dihindari, tetap saja sistem yang dibangun masih rawan keamanannya.


Beberapa contoh masalah keamanan manakala berhubungan dengan serangan siber misalnya kasus SIM swap yang digunakan untuk mencuri data pribadi serta OTP (One Time Password). Bila penipu lebih canggih lagi, ia bisa mengatur ulang akun yang membuat penipu bisa mengakses akun perbankan dan akun fintech.

Meningkatnya bisnis fintech membuat bermunculan fintech-fintech baru yang kadangkala masih diragukan keamanannya dalam membuat produk. Harus diakui bahwa tak sedikit fintech yang masih belum menggunakan standar keamanan yang mumpuni untuk produk-produknya. Ini yang harus diwaspadai.

Standar keamanan ini haruslah cukup untuk melindungi data-data pengguna dari para hacker yang berusaha mencuri data pribadi/credentials. Maka dari itu, adalah tugas semua orang untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi, terutama juga untuk memperhatikan dimana seseorang membuat akun fintech.

Selain itu, kewaspadaan pada saat bertransaksi online haruslah nomor satu. Jadi, bila anda menemukan sesuatu yang mencurigakan, entah itu website terlihat aneh, terlihat kurang meyakinkan, website meminta data-data pribadi, maka sebaiknya urungkan diri untuk melakukan pembayaran/transaksi. Bila sudah terlanjur, siapa yang dapat menolong?


Kemudian, keamanan komputer atau browser juga harus diperhatikan. Usahakan jangan gunakan VPN ketika sedang melakukan transaksi keuangan secara online. Menggunakan antivirus dalam komputer juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat perlindungan.

Digitalisasi dalam dunia keuangan memunculkan banyak kesempatan-kesempatan baru bagi para pelaku bisnis untuk meraup keuntungan, sekaligus memberikan pengalaman baru serta kemudahan bagi para pengguna. Di sisi lain, digitalisasi juga memunculkan kesempatan baru bagi para pelaku kejahatan siber untuk meraup keuntungan pula.

Di sini kita harus menyikapi masalah keamanan teknologi tersebut agar ke depannya kita juga bisa menikmati manfaat dari fintech-fintech yang semakin matang.

Loading...

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Fintech Rawan diserang Cybercrime?

Artikel Terkait