Fintech Semakin Menjamur, Bukti Industri 4.0 yang Menggeliat?


Fintech Semakin Menjamur, Bukti Industri 4.0 yang Menggeliat? Rating : 0/ 5 ( 0 )
Seperti kita ketahui, pemerintah Indonesia sedang gencar mempromosikan Industri 4.0, yakni sebuah tren otomasi dan pertukaran data terbarui dalam teknologi pabrik. Pemerintah dikenal gencar dalam mempromosikan Industri 4.0 untuk menuju Indonesia yang semakin maju.

Geliat Industri 4.0, Fintech Semakin Bertebaran di Bumi Indonesia

Geliat Industri 4.0 sebetulnya dapat kita rasakan dengan menjamurnya berbagai macam layanan berbasis aplikasi maupun web, terkadang kita sering juga mendengarnya sebagai istilah digitalisasi. Ranah perbankan juga semakin bersemangat untuk transisi ke digital, terbukti dengan semakin menjamurnya aplikasi-aplikasi untuk mendukung produk dan layanan mereka.


Gerak perbankan dalam digitalisasi tak lepas dari peran kompetitor yang semakin berkembang biak. Sebut saja perusahaan-perusahaan fintech (financial technology) yang kini kian memenuhi pasar Indonesia. Geliat perusahaan-perusahaan fintech tersebut kini makin terasa terutama di bidang pembayaran, peminjaman, investasi, pembiayaan crowdfunding, uang elektronik dsb. Ambillah contoh GOPAY milik Go-Jek, OVO Pay milik Lippo Group, Dana milik EMTEK, Akulaku, Kredivo, Cicil, dsb.

Baca juga:

Ketika BUMN Bergabung di Linkaja untuk Bendung Dominasi Ovo dan Gopay

Pertama di Indonesia, Kredivo Luncurkan Kartu Kredit Online

Fintech Menjamur, Penipuan Kian Marak

Meski kehadiran fintech semakin dirasakan oleh masyarakat, tapi nampaknya memang perlu waktu untuk membuat produk-produk fintech ini menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya saja, produk-produk fintech yang berbasis pinjaman online seperti Akulaku dan Kredivo.

Akulaku dan Kredivo gemar memberikan promosi agar orang mau mengajukan pinjaman. Tapi seiring dengan banyaknya orang yang membuka pinjaman online, masalah baru timbul, yakni hutang yang tidak mampu dibayar hingga masalah tutup lubang gali lubang.


Contoh kasus di atas merupakan belum matangnya produk-produk fintech sekarang ini karena masih belum bisa meminimalisir kredit macet. Belum lagi kasus-kasus penipuan oleh fintech illegal, artinya fintech yang menyediakan layanan finansial tapi belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Ini ada banyak sekali dan bila masyarakat tidak tahu, bisa langsung mengakses produk-produk fintech tersebut padahal belum jelas keamanannya.

Padahal transaksi fintech di Indonesia cukup tinggi nilainya. Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat di tahun 2017 saja, transaksi di sektor pinjam-meminjam mencapai 202,77 triliun dollar AS. Tahun 2018 jelas sudah meningkat jumlahnya.

Melihat pesatnya pertumbuhan fintech di Indonesia, maka sudah saatnya fintech-fintech yang ada membenahi diri agar semakin memantapkan diri di Industri 4.0 yang sedang gencar dipromosikan pemerintah.

Baca juga:

Artis Cici Panda Hampir Kebobolan Kartu Kredit untuk Belanja Online

Jusuf Kalla Cerita Saat Kartu Kreditnya Ditolak

Perbankan Sudah Saatnya Bersinergi dengan Fintech

Perusahaan-perusahaan fintech yang ada sekarang ini memang kebanyakan bukan bagian dari sektor perbankan meski layanan mereka hampir sama, yakni pembayaran, pembiayaan dan pinjaman. Bila perbankan masih bergerak di ranah konvensional dengan teknologi yang semakin usang, maka kecil kemungkinan produk-produk perbankan bisa bersaing.

Nampak beberapa perbankan sudah mulai bergerak untuk menginvestasikan uang mereka ke teknologi. Misalnya yang baru-baru ini dihembuskan adalah berita mengenai sinergi bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan beberapa BUMN lain, untuk menciptakan aplikasi pembayaran berbasis QR Code bernama LinkAja.

Baca juga:

Bank Masih Sulit Kolaborasi dengan Fintech, Kepemilikan Data Jadi Masalah

Agar tidak semakin tertinggal dengan perusahaan fintech, malah lebih bagus lagi kalau perbankan dan fintech bisa saling bekerjasama untuk menyediakan produk-produk terbaik yang semakin membawa semangat Industri 4.0 sekarang ini.

Loading...

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Fintech Semakin Menjamur, Bukti Industri 4.0 yang Menggeliat?

Artikel Terkait