Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebelum Menerima Dana Tunai Kartu Kredit

Terkadang, ketika anda sedang di kantor atau malah tengah meeting bersama kolega, secara tak terduga ada panggilan masuk ke handphone anda. Berhubung nomornya asing, mau tidak mau anda mengangkatnya, tapi betapa jengkelnya anda karena ternyata panggilan masuk tersebut datang dari bank bagian telemarketing kartu kredit.

Eh, jangan marah dulu, telemarketing kartu kredit tidak akan menawari anda kartu kredit baru, tapi produk lain yang mungkin saja sedang anda butuhkan. Apakah itu?

Pernah dengar soal dana tunai kartu kredit?

Bila anda pemegang kartu kredit, biasanya telemarketing kartu kredit akan menelepon anda untuk menawarkan dana tunai kartu kredit, bahasa inggrisnya disebut Loan on Phone. Dana tunai kartu kredit adalah dana pinjaman yang asalnya dari sisa limit kartu kredit pemegang kartu. Biasanya, untuk pemegang kartu kredit yang terlihat jarang aktif menggunakan kartu kredit akan ditawari oleh telemarketing kartu kredit.

Nah, biasanya pemegang kartu kredit akan tergiur bila ditawari pinjaman tanpa jaminan, mudah, cepat, bunga ringan, dana pinjaman besar, tenor lama, seperti yang ada pada dana tunai kartu kredit ini. Dan akhirnya, pemegang kartu yang ditawari tadi setuju-setuju saja untuk memperoleh pinjaman dana tunai kartu kredit tanpa mengetahui risikonya.

Wah, ada risikonya?

Tentu ada. Semua pilihan pasti ada risikonya, bukan? Sekarang tinggal bagaimana kita mengetahui risiko tersebut, dan meminimalisir kerugian yang mungkin ditimbulkan darinya. Lalu, apakah risiko yang ada pada dana tunai kartu kredit?

1. Risiko dari syarat dan ketentuan

Saking tidak mau ribet, ketika ditelepon oleh telemarketing kartu kredit, pemegang kartu kredit hanya menanyakan seperlunya saja. Hal-hal yang mungkin terlintas di benak saat ditawari mungkin hanya, apa syaratnya, apa keuntungannya, biayanya, bunganya, dsb. Padahal, bank punya segudang cara agar bisa mendapatkan keuntungan dari pemegang kartu, sekecil apapun itu.

Pemegang kartu kredit luput untuk menanyakan apakah ada biaya-biaya lain selain biaya-biaya yang sering disebutkan. Misal, anda berniat membeli tiket untuk kapal pesiar, tanyakan apakah ada biaya konversi mata uang, dan lain sebagainya. Karena, bisa saja bank memberlakukan charged sementara anda tidak tahu, lalu tahu-tahu biaya itu muncul begitu saja di lembar tagihan.

Ketika anda mengajukan komplain ke bank, ternyata bank lebih siap menghadapi komplain dengan menyodorkan syarat dan ketentuan mereka. Bahwa ketika pemegang kartu kredit setuju untuk menerima pinjaman, maka ia juga dianggap telah setuju dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan. Di sini, anda tidak bisa apa-apa selain menerima saja.

Makanya, sebelum memutuskan menerima, mintalah syarat dan ketentuannya dan baca dengan baik.

2. Kurang menggali informasi mengenai produk

Sebelum memutuskan untuk menerima pinjaman, ada baiknya untuk menggali informasi produk pinjaman tersebut sedalam-dalamnya, seterang-terangnya kepada telemarketing kartu kredit. Beberapa yang harus diperhatikan adalah:

a. Mengerti segala hal yang berkaitan dengan penggunaan dana tunai kartu kredit.

b. Baca dengan seksama syarat dan ketentuan, kalau bisa yang dicetak/diprint.

c. Periksa situs perusahaan, dan perhatikan poin per poin mengenai produk.

d. Mengerti betul-betul mengenai konsekuensi dari pinjaman.

 

 

 


Komentar untuk Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebelum Menerima Dana Tunai Kartu Kredit

Related Article
Anda pemula? Bingung menggunakan kartu kredit untu...
Di zaman yang semakin modern dan teknologi yang be...
Meski dengan beragamnya jenis kartu kredit beserta...