Hal-Hal yang Ditanyakan Analis Bank Ketika Verifikasi Telepon


Hal-Hal yang Ditanyakan Analis Bank Ketika Verifikasi Telepon Rating : 0/5 (0)

Apakah pembaca pilihkartu di sini sudah pernah mengajukan/membuat kartu kredit? Tentu harus dipahami oleh siapa saja yang ingin membuat kartu kredit, bahwa akan ada proses yang harus dilalui.

Untuk lebih jelasnya, proses/tahap dalam membuat kartu kredit antara lain:

  1. Mengisi formulir

Setiap bank memiliki formulir untuk produk kartu kreditnya. Kalau ingin membuat kartu kredit, hampir pasti 99% si pemohon pasti diminta mengisi formulir tersebut.

Formulir biasanya diisi dengan tulisan tangan dan ditanda tangani baru kemudian dikirimkan ke bank. Namun, karena sekarang zaman sudah maju, maka apply online kartu kredit sudah bisa dilakukan. Jadi, formulirnya bisa diisi online dan tidak perlu dibubuhkan tanda tangan. Data langsung terkirim ke bank secara online, tanpa perlu menggunakan jasa pos konvensional. Tapi tidak semua bank sudah support seperti ini ya, ada juga yang belum bisa.

  1. Melampirkan dokumen tambahan

Selain mengisi formulir, ada dokumen yang harus dilampirkan. Saat ini semua bank hampir sama mengenai dokumen-dokumen apa saja yang harus dilampirkan. Dokumen ini jelas sebagai bukti atas informasi yang anda isikan di formulir. Dokumen apa saja yang dilampirkan tentu berbeda-beda tergantung profesi dari si pemohon.

Untuk lebih jelasnya, dokumen yang harus dilampirkan ketika apply kartu kredit antara lain:

Profesi

Formulir

Slip gaji

Rekening koran 3 bln terakhir

NPWP

KTP/Paspor/KITAS

Karyawan

 

Pengusaha

 

Profesional (dokter, pengacara dst)

 

Ibu Rumah Tangga

 

 

Freelancer/pekerja lepas

 

 

 

  1. Verifikasi berkas

Sesudah formulir dan dokumen yang diperlukan lengkap, segera serahkan semuanya ke bank. Ada beberapa cara untuk menyerahkan formulir beserta dokumen yang diperlukan, yaitu:

  1. Langsung

    Anda bisa datang langsung ke CS di bank dan menyerahkan formulir beserta dokumennya. Dokumen yang diserahkan secara langsung seperti KTP dan NPWP, bisa dalam bentuk fotokopiannya. Sementara slip gaji dan formulir harus asli.

  2. Marketing kartu kredit

    Ini hampir sama dengan menyerahkan langsung ke bank dalam hal berkas yang harus diberikan. Hanya saja, penyerahan ke bank melalui pihak ketiga yakni marketing kartu kredit. Kadang, marketing yang akan langsung mendatangi kantor atau rumah anda untuk mengambil berkas yang dibutuhkan. Bisa juga mengirimkannya dalam bentuk softfile via email.

    Baca juga: Tips Memilih Marketing Kartu Kredit Terpercaya

  3. Email

    Seperti yang sudah dibahas di poin b, berkas anda bisa dijadikan softcopy untuk kemudian dikirimkan secara online ke bank yang bersangkutan. Ada bank yang menerapkan sistem seperti ini.

    Slip gaji, KTP/Paspor/KITAS, formulir dan NPWP bisa discan untuk kemudian disimpan dalam bentuk pdf ataupun jpeg, kemudian dijadikan satu dan dikirim via email ke bank yang anda tuju (tapi tidak semua bank menerima sistem seperti ini ya, anda harus mencari tahu terlebih dahulu).

  4. Online

Saat ini beberapa bank sudah menerapkan sistem pengajuan kartu kredit secara online (apply online kartu kredit). Bank menyediakan sebuah halaman khusus untuk pengisian formulir di internet, dimana user bisa langsung mengisinya dan bahkan mengupload dokumen yang perlu dilampirkan.

Metode ini tentu membuat anda harus menjadikan dokumen anda dalam bentuk softcopy terlebih dahulu agar bisa diunggah ke sistem apply online kartu kredit.

  1. Verifikasi telepon oleh analis bank

Segera setelah berkas pengajuan kartu kredit anda diterima oleh bank, maka analis bank akan segera memprosesnya. Proses seleksi berkas ini bisa memakan waktu 1-2 minggu. Jadi anda harus bersabar menunggu.

Berkas yang lolos seleksi akan masuk ke tahap selanjutnya, yakni verifikasi telepon oleh analis bank. Verifikasi telepon ini sifatnya hanya mencocokkan data dengan yang sudah diisi oleh calon nasabah. Biasanya analis bank akan menanyakan dengan cepat, jadi pastikan anda konsentrasi.

Ada lho yang salah jawab, dan akhirnya tidak diloloskan.

Lalu, hal-hal apa sajakah yang ditanyakan analis bank ketika proses verifikasi telepon?

Nah, ketika anda telah memasukkan berkas, selama 1-2 minggu anda harus stand by kalau-kalau analis bank menelepon. Kalau telepon dari analis tidak diangkat sampai 2 kali, maka biasanya pengajuan anda bisa berbuah penolakan. Tentu kita tidak mau hal tersebut terjadi bukan, jadi meskipun di kantor nyalakan dering telepon genggam anda ya meski lirih.


Bila telepon dari analis bank datang, mereka biasanya akan menanyakan:

  1. Apakah benar mengajukan permohonan kartu kredit
  2. Apakah telah menandatangani formulir kartu kredit (kalau manual isinya)
  3. Nama lengkap diri sendiri
  4. Nama ibu kandung
  5. Tempat tanggal lahir
  6. Nama perusahaan tempat bekerja (untuk karyawan)
  7. Lama bekerja
  8. Status pekerjaan saat ini
  9. Berapa gaji/penghasilan per bulan
  10. Nama saudara tidak serumah
  11. Hubungan dengan saudara tidak serumah
  12. Rekening payroll (rekening untuk terima gaji, bila sama dengan bank yang diajukan, maka akan ditanyakan no rekeningnya)
  13. Terakhir, analis bank akan mengonfirmasi jenis kartu kredit yang diinginkan

Semua pertanyaan di atas akan diajukan dengan cepat, jadi pastikan untuk berkonsentrasi penuh dan siapkan data-data yang kemungkinan anda tidak hafal, seperti nomor rekening bank, dsb.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Hal-Hal yang Ditanyakan Analis Bank Ketika Verifikasi Telepon

Artikel Terkait