Meminjam Uang dari Teman Atau Keluarga? Perhatikan Ini Dulu


Meminjam Uang dari Teman Atau Keluarga? Perhatikan Ini Dulu Rating : 0/5 (0)

Mendatangi keluarga atau teman-teman hanya untuk keperluan uang memang tidak begitu etis. Tapi, bagaimana lagi bila hanya keluarga atau teman yang menjadi pilihan terakhir untuk anda mendapatkan pinjaman secara cepat. Meski begitu jangan pernah menjadikan keluarga atau teman sebagai pilihan pertama meminjam uang dan kalaupun terpaksa harus, maka perhatikan beberapa hal sebelum meminjam uang dari teman atau keluarga.

1. Profesional

Mencampuradukkan urusan keluarga (atau pertemanan) dengan keuangan memang lumayan riskan. Bila anda tidak memenuhi kewajiban pembayaran hutang pada waktu yang telah disepakati, bisa-bisa merusak hubungan keluarga atau hubungan pertemanan.

Maka dari itu, anda wajib untuk tetap bersikap profesional. Jangan mentang-mentang keluarga dekat ataupun teman dekat, lantas anda melanggar kewajiban anda untuk membayar hutang. Atau bahkan yang lebih parah, pura-pura lupa atau menghilang ketika dihubungi untuk ditagih hutang.

Anda juga tidak bisa meminta memaksakan jumlah hutang yang bisa keluarga atau teman anda pinjamkan. Misal, anda ingin pinjam 5 juta ke kakak anda, tapi kakak anda hanya mampu meminjamkan 3 juta, maka anda tidak bisa memaksakan jumlah 5 juta. Atau misalnya, teman anda di kantor membutuhkan uangnya kembali dalam 3 bulan, maka anda harus menepatinya. Tidak bisa tidak karena ini akan mempengaruhi hubungan pertemanan anda nantinya.

2. Menjelaskan keperluan uang

Menjelaskan keperluan uang adalah hal yang tidak boleh anda lupakan. Pemberi pinjaman entah itu keluarga atau teman dekat, berhak untuk mengetahui alasan anda meminjam uang dan untuk apa uang tersebut akan digunakan.

Entah itu untuk membeli rumah, biaya sekolah anak, biaya rumah sakit, dst perlu anda utarakan dengan jelas. Tentunya, pemberi pinjaman tidak akan begitu terkesan jika anda menggunakan uang pinjaman untuk foya-foya atau hedon di sana sini. Maka dari itu, usahakan terbuka dan jujur mengenai keperluan uang tersebut.

3. Realistis

Yang paling penting, ketika meminjam uang kepada keluarga atau teman dekat, anda harus realistis. Katakan kemampuan anda untuk membayar hutang selama beberapa waktu ke depan. Kalau harus mencicil pengembalian hutang, maka katakan berapa jumlah yang bisa anda bayarkan per bulannya. Anda tidak bisa memberikan janji-janji manis akan mengembalikan tanggal sekian tapi kemudian tidak anda laksanakan alias Pehape, lebih buruknya, anda kabur saat dihubungi.

Ini tidak hanya merenggangkan hubungan, tapi membuat si pemberi pinjaman memberikan cap buruk kepada anda sebagai orang yang tidak bertanggung jawab. Pada akhirnya, ia akan segan bila anda mintai tolong kedepannya.

4. Cari alternatif pinjaman lain

Nah, bila anda tidak ingin mengambil risiko hubungan keluarga atau pertemanan memburuk, sebaiknya anda mencari alternatif pinjaman lain. Anda bisa memanfaatkan fasilitas limit kredit pada kartu kredit, dengan tentunya mengajukan aplikasi kartu kredit terlebih dulu ke bank.

Dan lagi, anda mungkin bisa menggunakan kartu kredit lebih sering daripada uang keluarga atau teman dekat. Tentu anda tidak bisa menjadikan keluarga atau teman dekat sebagai ATM berjalan yang bisa anda pakai uangnya kapan saja bukan?

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Meminjam Uang dari Teman Atau Keluarga? Perhatikan Ini Dulu

Artikel Terkait