Penipuan Pinjol Kian Marak, Turunkan Kepercayaan Konsumen


Penipuan Pinjol Kian Marak, Turunkan Kepercayaan Konsumen Rating : 0/ 5 ( 0 )
Pinjol atau Pinjaman Online merupakan produk dari perusahaan fintech (financial technology) yang sering juga disebut sebagai fintech P2P lending. Awal kemunculan fintech merupakan reaksi atas perkembangan dunia digital yang sudah masuk ke dunia finansial.

Pinjol produk fintech P2P lending sebetulnya bisa membantu pemerintah dalam menjangkau pengusaha-pengusaha kecil yang membutuhkan pendanaan cepat, yang masuk kategori belum terjangkau perbankan.

Aturan Fintech Masih Simpang Siur dan Serampangan


Permasalahan yang terjadi kemudian adalah, belum adanya aturan yang baku mengenai operasional fintech P2P lending, sehingga pada praktiknya banyak terjadi kesalahan. Misalnya saja, mengenai perlindungan data pribadi, hingga praktik penipuan yang dilakukan oleh fintech P2P lending.

Meskipun sebetulnya, OJK telah turun tangan dengan terus menghimbau masyarakat umum, agar tidak mengajukan pinjaman di fintech lending yang illegal alias tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK. Bila sekarang terjadi kekecewaan yang mendalam akibat ulah fintech-fintech illegal tersebut, maka sebetulnya kesalahan tidak bisa sepenuhnya dilemparkan kepada pemerintah.

Baca juga: OJK Rilis Daftar Pinjaman Online yang Tidak Berijin

Ulah fintech-fintech illegal yang bermain-main dengan peraturan bunga tinggi dan denda mencekik, serta terror debt collector tentu menciptakan momok baru di masyarakat. Bahwasanya fintech lending adalah sesuatu yang buruk dan harus dihindari.

Turunnya kepercayaan masyarakat kepada fintech tentu menjadi problem yang harus diselesaikan para pemain di industri fintech tanah air. Edukasi yang terbuka dan detil sudah seharusnya menjadi elemen penting yang wajib dilakukan oleh para pemain di industri fintech.


Melalui fintech, penyaluran dana pinjaman ke masyarakat bisa meningkat dengan bantuan teknologi informasi. Akan tetapi, buruknya adalah, aturan yang diberlakukan secara serampangan oleh fintech-fintech illegal serta prosedur pelaksanaan kegiatan pinjam meminjam yang seenaknya sendiri memang menjadi masalah tersendiri.

Belum lagi pengetahuan akan hutang piutang ke masyarakat yang tidak dilakukan dengan baik. Masyarakat perlu disadarkan akan kewajiban yang mengikuti setelah mendapatkan pinjaman. Misalnya kewajiban mengangsur pokok pinjaman beserta bunga, berapa bunganya, berapa denda bila jatuh tempo terlewati, berapa biaya administrasinya.

Contoh Kasus Penipuan oleh Fintech Illegal

Mari kita lihat contoh kasus yang baru-baru ini terjadi. Seorang wanita berinisial YI asal Solo, mengaku syok setelah melihat foto dirinya dijadikan poster berisikan tulisan bahwa ia bersedia digilir untuk membayar hutangnya kepada fintech Incash.

Kronologi awalnya adalah ia mengambil pinjaman senilai 1 juta di sebuah fintech bernama Incash. Pinjaman tersebut jatuh temponya satu minggu. Namun, setelah lewat 1 minggu, ia tidak mampu membayar hutangnya sehingga pinjamannya tersebut dikenai bunga Rp 70 ribu per hari.

Demi menutup hutangnya di fintech tersebut, ia meminjam ke aplikasi fintech lain, begitu seterusnya hingga 4 fintech ia jajal. Akhirnya hutangnya beranak pinak hingga puluhan juta.

Penipuan oleh Fintech Menjamur, Salah Siapa?

Di sini, kesalahan ada di kedua belah pihak, baik Ibu YI maupun fintech. Pertama fintech Incash ternyata tidak masuk  ke dalam daftar fintech lending P2P yang terdaftar dan diawasi OJK. OJK sendiri sudah menghimbau kepada masyarakat agar jangan mengambil pinjaman di fintech yang illegal. Maka dari itu, sebelum mengambil pinjaman mohon dengan sangat agar diperhatikan resmi atau tidaknya fintech tersebut.

Fintech yang sudah lolos OJK pasti tidak akan berani semena-mena dalam menyelenggarakan kegiatan pinjam meminjam karena mereka senantiasa diawasi. Bila ada indikasi penipuan pun masyarakat bisa mengadukan fintech tersebut ke OJK.

Baca juga: Fintech Semakin Menjamur, Bukti Industri 4.0 yang Menggeliat?

Kedua, selalu pahami aturan main para fintech, bila merugikan lebih baik tidak usah diambil. Seperti ibu YI yang nominal pinjaman 1jt, tapi terima uang hanya 680.000, kabarnya 320.000 adalah biaya administrasi. Itu sangat besar! Jauh lebih besar daripada biaya administrasi transaksi kartu kredit! Bila sudah tahu sebesar itu, lebih baik urungkan saja untuk ambil pinjaman karena pasti ini perusahaan abal-abal!

Kemudian urusan bunga juga, Rp 70.000 per hari adalah semena-mena. Maka sudah sepatunya sebagai konsumen yang cerdas kita menolaknya. Pasti fintech ini hanya cari untung belaka! Maka dari itu selalu baca syarat dan ketentuan, kalau janggal tolak saja!

Satgas Waspada Investasi dan Temuan Fintech yang Berpotensi Merugikan

Satgas Waspada Investasi (SWI) yang merupakan gabungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) mengatakan bahwa mereka telah menemukan ada 1.230 perusahaan fintech yang berpotensi merugikan masyarakat.

Fintech Peer-To-Peer Lending yang tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 berpotensi merugikan masyarakat pada 2018 sebanyak 404 entitas sedangkan pada 2019 sebanyak 826 entitas.

SWI melakukan penelusuran terhadap lokasi server entitas-entitas tersebut, hasilnya adalah sebanyak 42% entitas tidak diketahui asalnya, kemudian 22% entitas server dari Indonesia, 15% dari Amerika Serikat, dan sisanya dari berbagai negara lain.

"Walaupun Satgas Waspada Investasi sudah banyak menutup kegiatan Fintech Peer-To-Peer Lending tanpa izin OJK, tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada website dan Google Playstore atau link unduh aplikasi yang diblokir tersebut," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

Maka dari itu, masyarakat selalui diminta waspada dan berpikir baik-baik sebelum melakukan pinjaman. Dikhawatirkan nanti malah terjerumus ke jurang hutang debt collector yang selalu meneror!

Loading...

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Penipuan Pinjol Kian Marak, Turunkan Kepercayaan Konsumen

Artikel Terkait