Tagihan Kartu Kredit Lebih dari Satu, Mana yang Harus Didahulukan?

Apa jadinya bila anda memiliki tagihan kartu kredit lebih dari satu, dan dengan sendirinya hal ini membuat anda lumayan pusing dalam membayar tagihan kartu kredit. Jika tagihan kartu kredit lebih dari satu, manakah yang harus didahulukan?

Ketentuan Pemerintah mengenai jumlah minimal kepemilikan kartu kredit

Di jaman dulu, seseorang bisa memiliki kartu kredit hingga belasan kartu kredit. Wah, hebat juga ya bisa punya banyak kartu kredit! Tapi sayangnya, kepemilikan kartu kredit yang tidak dibatasi ini ternyata menimbulkan masalah kredit macet yang sulit dihindari. Semakin banyak orang memegang kartu kredit, semakin banyak tagihan kartu kreditnya, dan semakin sulit ia terhindar dari menunggak tagihan kartu kredit.

Baru di tahun-tahun terakhir ini, BI mengeluarkan peraturan untuk membatasi jumlah kartu kredit yang boleh dimiliki oleh seseorang. Seseorang dengan penghasilan minimal 3 juta, hanya diperbolehkan memiliki maksimal 2 kartu kredit. Sementara itu, untuk mereka dengan penghasilan lebih dari 10 juta per bulan, peraturan mengenai kepemilikan jumlah kartu kredit dikembalikan kepada bank penerbit masing-masing.

Tagihan kartu kredit lebih dari satu, mana yang diprioritaskan?

Semisal, kita memiliki 3 kartu kredit dan ternyata karena satu hal, tagihan untuk ketiga kartu kredit tersebut muncul di satu waktu secara bersamaan. Sementara dana yang anda punya tidak mencukupi untuk menutup seluruh tagihan kartu kredit secara bersamaan, kalau sudah begitu, pasti lumayan membuat pusing juga kan, jadi bagaimanakah solusinya?

Misalkan, anda memiliki 3 kartu kredit, kartu kredit A tagihannya 2 juta, kartu kredit B tagihannya 5 juta, dan kartu kredit C tagihannya 1 juta, manakah yang harus dibayar terlebih dahulu? Untuk masalah seperti ini, sebaiknya yang pertama dilunasi adalah:

  1. Tagihan paling besar

Tagihan yang paling besar adalah yang pertama harus anda selesaikan terlebih dahulu, karena bila tidak diselesaikan, bunga akan dikenakan terus untuk total tagihan anda. Misal, tagihan yang paling besar adalah 5 juta, maka bila tidak dibayar lunas, tagihan bulan depan akan dikenai bunga= 5.000.000 x 2.95%= Rp147.500 rupiah.

Lain dengan tagihan A maupun C, yang bila tidak dilunasi, bunga tagihan menjadi:

  • Tagihan A: 2.000.000 x 2.95% = Rp59.000
  • Tagihan C: 1.000.000 x 2.95% = Rp29.500

Bila bunga tagihan A dan C dijumlahkan 59.000+29.500= Rp88.500, masih lebih kecil dari tagihan B yang sebesar 147.500 rupiah bunganya.

  1. Rate bunga yang paling besar

Tidak semua kartu kredit/bank memberlakukan bunga yang sama, meski bank masih serempak menaruh titik maksimal bunga kartu kredit di angka 2.95%. Maklum saja, peraturan Bank Indonesia menetapkan agar bunga kartu kredit tidak lebih dari 3% per bulan.

Hanya saja, beberapa kartu kredit dari bank tertentu ada yang memberlakukan bunga lebih rendah dari 2.95%, ada yang 2.68%, 2.75% meski jarang. Bila salah satu kartu kredit anda memiliki bunga yang berbeda-beda, bayarlah tagihan dengan rate bunga kartu kredit paling tinggi, supaya tidak terkena bunga yang memberatkan.

Baca juga: Ajukan Kartu Kredit HSBC dan Dapatkan Bonus Berlimpahnya!

Yang perlu diingat, hutang kartu kredit adalah hutang/pinjaman yang tidak ada jangka waktu, artinya dampak dari bunga hutang akan terus dihitung selama hutang kartu kredit belum dilunasi. Aapalag utang kartu kredit adalah hutang tanpa agunan/jaminan, sehingga wajar bila bunganya tinggi.

Bila anda masih merasa belum mampu melunasi hutang kartu kredit dalam waktu dekat karena masalah finansial sedang tidak bagus, anda bisa mencoba langkah negosiasi dengan bank untuk mengatasi tunggakan hutang kartu kredit.


Komentar untuk Tagihan Kartu Kredit Lebih dari Satu, Mana yang Harus Didahulukan?

Related Article
THR atau Tunjangan Hari Raya, seringkali 'bablas' ...
Bank CIMB Niaga meluncurkan kartu kredit jenis bar...