Tips Belanja Nyaman Tanpa Terkena Surcharge Kartu Kredit

Sobat pilihkartu, apakah anda sudah tahu jika dalam komponen biaya-biaya pada kartu kredit, ada yang dinamakan biaya surcharge kartu kredit? Jika belum, silakan anda baca terlebih dahulu pengertiannya di artikel Biaya Surcharge Kartu Kredit, Biaya Apa Lagi Sih?.

Mekanisme Biaya Surcharge Kartu Kredit

Biaya surcharge kartu kredit besarnya bermacam-macam. Biaya ini muncul sebagai akibat dari adanya kerjasama merchant dan bank penerbit kartu kredit. Untuk lebih jelasnya, perhatikan simulasi berikut ini:

Bank adalah pihak penerbit kartu kredit. Ketika bertransaksi dengan kartu kredit BCA misalnya, maka pemegang kartu kredit membayar transaksinya di merchant (pedagang) dengan uang pinjaman dari bank BCA. Di sini, merchant membutuhkan mesin untuk bisa membaca kartu kredit BCA tersebut. Mesin ini lazim disebut mesin EDC (Electronic Data Capture).

Bank penerbit kartu kredit dan merchant mengadakan kerjasama untuk penyediaan sistem pembayaran (menggunakan kartu kredit) beserta penyediaan sarana dan prasarananya (mesin EDC). Yang namanya kerjasama tentu harus menguntungkan kedua belah pihak bukan? Di sini, pihak diuntungkan karena makin banyak nasabah yang menggunakan kartu kreditnya untuk transaksi di berbagai merchant yang bekerjasama. Sementara pihak merchant diuntungkan karena banyak pelanggan yang membeli barangnya karena mudahnya cara pembayaran.

Untuk penyediaan teknologi pembayaran ini, bank memberlakukan charge kepada merchant, jadi semacam biaya untuk pelayanan, maupun biaya perawatan mesin EDC. Besarnya charge (kemudian lazim disebut surcharge) oleh bank kepada merchant ini sebesar 1% hingga 2% saja. Namun, karena pihak merchant tentunya tidak mau profitnya berkurang, sehingga mereka membebankan beban biaya surcharge, sebagian kepada pemegang kartu kredit.

Besarnya surcharge yang dibebankan oleh merchant bervariasi, yakni 3% hingga 3,5% dan ini dianggap terlalu besar. Oleh karena itu muncul wacana Bank Indonesia untuk mengatur besarnya surcharge ini. Baca Biaya Surcharge Kartu Kredit Tak Menentu, BI akan Segera Keluarkan Aturan. 

Masalahnya karena sekarang peraturan itu belum ada, cara paling baik adalah untuk menggunakan kartu kredit dengan bijak dan cerdas supaya tidak terkena charge kartu kredit.

Katakanlah besar surcharge kartu kredit oleh merchant kepada pelanggan sebesar 3%. Semisal anda berbelanja di supermarket senilai 100.000, maka anda kena charge sebesar 100.000 x 3% = 3000. Jadi yang harus anda bayarkan di kasir adalah sebesar 103.000 rupiah. Memang rasanya tidak besar, tapi tetap saja dongkol bukan? Apalagi jika anda berbelanja senilai jutaan, katakanlah 3 juta, charge anda adalah sebesar 3.000.000 x3% = 90.000 rupiah. Besar juga kan!

Padahal sebetulnya, dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 11/11/2009, praktik surcharge ini dilarang keras oleh BI. Bahkan bank penerbit kartu kredit diminta menghentikan kejasama dengan merchant yang 'nakal' karena memberlakukan surcharge sebesar 3%. Bank memang akan menindak dengan keras merchant-merchant yang berbuat nakal ini, akan tetapi tetap saja mereka tidak ingin kehilangan merchant yang potensial mendatangkan keuntungan besar. Akibatnya, jadilah praktik surcharge merchant-pelanggan ini masih kita temui.

Cara Menghindari Biaya Surcharge Kartu Kredit

Untuk menghindari surcharge adalah dengan menanyakan setiap kali anda akan bertransaksi menggunakan kartu kredit. Tapi, biasanya biarpun tanpa anda menanyakannya, merchant yang jujur pasti akan memberitahukan sebelumnya bahwa jika anda menggunakan kartu kredit A (misalnya), akan dikenakan charge sebesar sekian-sekian.

Namun, ada juga merchant yang adem-ayem kalem saja tanpa memberitahukan kepada pelanggannya mengenai adanya biaya surcharge ini. Jika demikian, padahal kartu kredit anda telanjur digesek, dan telanjur berkurang limitnya. Untuk itu, solusinya anda harus selalu ingat untuk bertanya sebelum bertransaksi menggunakan kartu kredit. Pastikan juga anda membawa uang tunai tambahan jika ternyata anda terbebani dengan surcharge jika membayar dengan kartu kredit.

Belanja 5 Kebutuhan Ini Bisa Lebih Irit dengan Kartu Kredit

Tapi, jika ternyata anda sudah telanjur menggesek kartu kredit dan di akhir bulan ada tagihan yang muncul anda bisa langsung mengontak bank penerbit kartu kredit anda dan laporkan mengenai surcharge yang dikenakan oleh merchant. Jika ternyata bank tidak merespon permintaan anda, saatnya melapor pada lembaga lain yang menaungi kartu kredit, seperti AKKI ataupun YLKI.

Sekian, tips belanja aman dan nyaman tanpa terkena surcharge kartu kredit. Happy shopping :).

Cuma Modal Kartu Kredit, Bisa Investasi?

 


Komentar untuk Tips Belanja Nyaman Tanpa Terkena Surcharge Kartu Kredit

Related Article
Sering kali kita salah paham tentang fungsi sesung...
Salah satu penggunaan kartu kredit yang dapat kita...
Tindak kejahatan kartu kredit kini semakin merajal...