Tips Memilih KPR Yang Tepat Rating : 0/5 (0)

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu cara bagi seseorang untuk bisa memiliki rumah. Namanya juga kredit, artinya pembeli membayar rumahnya dalam skema cicilan. Oleh karena harga rumah begitu tingginya, maka cicilan dalam KPR bisa berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan hingga 25 tahun pun ada.

Bagi keluarga yang baru menikah, tentu KPR menjadi salah satu jalan bagi keluarga muda untuk bisa memiliki rumah hingga nanti menua, tak masalah meski harus mencicil bertahun-tahun lamanya. Betapa populernya KPR ini hingga perbankan berlomba-lomba memberikan produk KPR terbaik. Nah, tapi anda harus pintar-pintar memilih KPR supaya tidak salah pilih, di bawah ini Pilihkartu telah merangkum beberapa tips dalam memilih KPR.

1. Cari Tahu Produk KPR

Yang pertama dan paling utama tentu anda harus mencari tahu tentang produk KPR. Apa yang dimaksud dengan KPR dan bagaimana skema KPR. Anda harus tahu biaya apa saja yang ada dalam KPR dan beberapa ketentuan-ketentuan lain, untuk lebih spesifik anda bisa mencari produk KPR dari beberapa bank yang menawarkan.

Rata-rata bank sekarang menawarkan produk KPR kepada nasabahnya, masing-masing bank punya keunggulan produk masing-masing untuk menarik nasabah. Maka dari itu, pilih dengan cermat produk-produk KPR yang ditawarkan oleh masing-masing bank. Anda bisa survey dulu dengan datang langsung ke beberapa bank, tidak perlu terburu-buru dalam memilih. Take your time to research. Anda tidak mau terjebak dalam KPR yang tidak menguntungkan selama puluhan tahun bukan?

Baca juga:  Bayar Biaya Renovasi Rumah Sampai Biaya Nikah dengan KTA!

2. Belajar Menghitung Bunga

Masing-masing bank menyediakan produk KPR yang bermacam-macam jenis bunganya. Masing-masing jenis bunga memiliki perhitungan sendiri-sendiri. Selama ini di Indonesia dikenal dua jenis bunga, yakni bunga tetap (fixed rate) dan bunga mengambang (floating rate).

Fixed rate merupakan bunga yang besarnya tetap sepanjang tahunnya, sementara floating rate bunganya berubah-ubah mengikuti suku bunga di pasaran.

Suku bunga ditulis dalam format p.a (per annum/per tahun), misalnya suku bunga 11% p.a, artinya bunganya setahun 11%.

3. Buat Simulasi Cicilan

Belajar menghitung bunga jelas belum cukup, anda harus membuat simulasi cicilan untuk mengetahui berapa yang harus anda bayarkan setiap bulannya. Ketika anda mendatangi bank untuk bertanya produk KPR, tanyakan juga simulasi cicilan per bulannya supaya lebih jelas.

4. Jadi calon nasabah yang cerewet

Nah sebelum menjadi nasabah KPR betulan, tidak masalah bila anda cerewet. Anda perlu menanyakan beberapa hal penting dan mendasar, misalnya: biaya administrasi, berapa DP nya, ada biaya tahunan atau tidak, apakah ada denda bila telat membayar angsuran dan berapa dendanya?, jika ingin dilunasi apakah ada biaya penalti, apa saja syarat-syarat dan dokumen yang dibutuhkan, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Baca juga:  Pakai Kartu Kreditmu untuk Ajukan Pinjaman Tanpa Jaminan (KTA)

Marketing KPR tidak akan masalah bila anda cerewet dan banyak bertanya, karena sudah menjadi kewajiban marketing untuk menjelaskan produknya secara detail kepada calon nasabah. Jadi, jangan ragu-ragu bertanya ya!

Nah, siapa yang sudah mau menikah? Sudah merencanakan masa depan rumah nantinya?

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Tips Memilih KPR Yang Tepat

Artikel Terkait