Tips Memilih Marketing Kartu Kredit Terpercaya

Bila anda sedang jalan-jalan ke mall, ke hotel, supermarket, swalayan, atau suatu event tertentu, kadangkala ada seseorang berpakaian rapi yang menghampiri kita. Usut punya usut, ternyata orang tersebut ingin menawarkan jasa pembuatan kartu kredit. Seseorang tersebut sering disebut sebagai marketing kartu kredit.

Marketing kartu kredit di antara kubu pro kartu kredit VS anti kartu kredit

Di Indonesia, kartu kredit memiliki dua kubu, yakni kubu yang mendukung alias mereka yang menginginkan kartu kredit, dan kubu yang anti kartu kredit, karena menganggap kartu kredit akan menambahi hutang dan bisa berefek mengerikan. Kubu kedua ketika ada marketing yang menghampiri menawarkan pembuatan kartu kredit, pasti langsung menolak dan berlalu. Lain dengan kubu pertama yang membutuhkan kartu kredit, atau tidak begitu butuh tapi kepingin punya kartu kredit, atau malah mereka yang sebetulnya tidak menginginkan kartu kredit tapi jadi ingin karena mendengar tawaran dari marketing yang begitu menggiurkan.

Begitulah tugas marketing kartu kredit, mencari nasabah kartu kredit sebanyak-banyaknya. Tak peduli anda siapa, butuh atau tidak butuh kartu kredit, asal anda memenuhi persyaratan, pasti marketing akan gigih mengejar, hingga kadang nasabah tidak tahu risiko dari asal memilih marketing kartu kredit.

Seseorang sebaiknya mengetahui seluk beluk membuat kartu kredit melalui marketing. Bagaimana proses yang dilakukan mulai dari mendaftar hingga kartu jadi. Semua penting untuk diketahui calon nasabah, termasuk apa saja yang perlu diwaspadai ketika membuat kartu kredit via marketing kartu kredit.

Untuk keperluan itu, bila suatu ketika sobat pilihkartu ingin mengajukan kartu kredit via marketing, ada beberapa tips memilih marketing kartu kredit terpercaya:

1. Pastikan marketing menjelaskan perihal produk kartu kredit dengan wajar

Artinya, marketing ini tidak berlebihan dalam menjelaskan produknya. Tapi, marketing kartu kredit ini juga harus mengerti betul dan menjelaskan dengan detil akan produk kartu kredit yang ia tawarkan. Jangan sampai dia hanya asal menawarkan produk tanpa mengerti detilnya, anda bisa salah pilih kartu kredit nantinya. Kan mubazir bila sudah buat kartu kredit, sudah jadi dan tidak dipakai karena tidak kartu kredit tidak sesuai dengan gaya hidup anda.

Minta juga informasi dasar kartu kredit seperti berapa iuran tahunannya, ada promo free iuran tahun pertama atau tidak, bagaimana mekanisme pembayaran tagihan kartu kredit, bagaimana bila membayar terlambat, promo kartu kredit apa saja yang bisa didapat, dan lain sebagainya. Pastikan ini semua dijawab dengan detil oleh si marketing, anda bisa mencatat dan mencocokkan data yang ia sebutkan dengan yang tersedia di internet, untuk referensi lengkap data-data kartu kredit, klik disini.

2. Mintalah nomor Handphone atau telepon kantornya

Memang sih tugas marketing kartu kredit hanya sebatas pengajuan kartu kredit, begitu berkas pengajuan kartu kredit diserahkan ke analis bank, maka tugas marketing kartu kredit telah selesai. Tapi, untuk jaga-jaga, anda boleh meminta nomor handphone marketing, bilamana di kemudian hari ada masalah bisa dihubungi dengan mudah.

3. Berikan syarat sebelum mengajukan kartu kredit

Mengajukan kartu kredit melalui marketing, artinya memercayakan data diri anda untuk dibawa oleh pihak marketing. Ini kadang menjadi kelemahannya, data pribadi kita ada di tangan orang lain. Terkadang di tangan marketing yang tidak terpercaya, data kita digandakan untuk keperluan lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita. Atau kadang ada juga yang menggunakannya untuk pengajuan kartu kredit ke bank lain, tanpa permintaan kita.

Oleh karena itu, sebelum menyerahkan data pribadi anda dan dokumen tambahan seperti scan/fotokopi NPWP, scan/fotokopi KTP, serta slip gaji asli, mintalah marketing untuk berjanji agar tidak memberikan data pribadi anda ke orang lain, atau diapply ke bank lain.

4. Pilih marketing yang sudah dikenal

Ini adalah yang paling penting, marketing yang sudah kita kenal, entah itu dikenalkan oleh teman kantor, atasan, atau teman main, asal terbukti kredibel, tidak masalah. Bila perlu, mintalah marketing tersebut untuk datang ke kantor, sehingga bisa ditanyai secara langsung, terutama untuk anda yang masih sangat awam di dunia kartu kredit.

5. Marketing yang berpengalaman dalam kartu kredit

Maksudnya, pilih marketing yang juga memiliki kartu kredit, karena bila ia memiliki kartu kredit tentu ia mengerti betul bagaimana penggunaan dan kekurangan/kelebihan secara real/nyata karena berdasar pengalaman pribadinya. Bukan mau bagaimana, tapi rata-rata marketing kartu kredit malah tidak memiliki kartu kredit lho.

Nah, kira-kira 5 poin di atas sudah cukup untuk bisa menemukan marketing yang terpercaya dan handal. Atau bila anda masih takut untuk mengajukan kartu kredit via marketing, dengan alasan keamanan data pribadi, maka anda bisa mencoba mengajukan kartu kredit via online di pilihkartu, yang tentu lebih mudah, aman, dan terpercaya.

Selain 5 hal syarat mutlak marketing kartu kredit di atas, anda juga perlu tahu ciri-ciri marketing yang perlu dihindari:

1. Terlalu berlebihan, muluk-muluk

Iming-iming pasti approve, cepat approve, limit besar itu terlalu muluk. Fakta di lapangan, keputusan approve maupun besar limit itu sepenuhnya ada di tangan analis bank. Tidak ada yang tahu akan hal itu, sehingga sebaiknya hindari saja marketing kartu kredit yang seperti itu.

2. Meminta imbalan/balas jasa

Perlu diketahui bahwa setiap pengajuan kartu kredit, tidak akan menarik biaya apapun. Semuanya gratis. Bila pengajuan kartu kredit anda disetujui, marketing akan mendapatkan imbalan dari pihak bank.


Komentar untuk Tips Memilih Marketing Kartu Kredit Terpercaya

Related Article
Bank CIMB Niaga meluncurkan kartu kredit jenis bar...
Kartu kredit, selain digunakan sebagai alat ganti ...
Investasi di masa sekarang semakin menjangkau luas...