Transaksi Kartu Kredit atau Debit Kena Charge 3%, Begini Cara Melaporkannya!


Transaksi Kartu Kredit atau Debit Kena Charge 3%, Begini Cara Melaporkannya! Rating : 2/5 (1)

Sebelumnya pilihkartu telah membahas tentang transaksi kartu kena charge 3%. Bila anda suatu ketika mendapatinya, maka begini cara melaporkan merchant yang mengenakan charge 3% kepada pelanggan yang membayar menggunakan kartu.

1. Lapor ke Bank Indonesia

Bank Indonesia membuka line contact center BI dengan nama BICARA di nomor 021-131. Anda bisa berbicara langsung dengan operator dari BI melalui line telepon tersebut. Namun, bila anda tidak mau menggunakan telepon karena memakan pulsa, anda bisa mengirimkan email ke [email protected] .

Anda hanya perlu menyebutkan laporan anda, beserta menyebutkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang bisa anda lihat informasinya karena tertempel di mesin EDC.

BI akan menindaklanjuti laporan dari masyarakat dengan menghubungi secara langsung bank penyelenggara jasa sistem pembayaran nontunai dimana merchant yang menerapkan charge 3% menjalin kerjasama.

2. Lapor ke Bank Penerbit Kartu Kredit

Jalan kedua, adalah dengan melapor ke Bank Penerbit Kartu Kredit. Tentunya anda sebagai pemegang kartu kreditnya telah mengetahui berapa call center bank penerbit kartu kredit Anda.

Hubungi nomor tersebut, dan laporkan merchant yang mengenakan charge 3% kepada anda. Per Juni 2017, ada 26 penerbit kartu kredit di Indonesia, 12 diantaranya merupakan penerbit mesin EDC.

Kelebihan melapor ke bank penerbit kartu kredit, adalah anda bisa sekalian mengajukan klaim atas charge 3% yang telah diberlakukan oleh merchant. Klaim bisa dilakukan asalkan anda meminta kasir untuk memisahkan nominal transaksi sesungguhnya, dengan besar charge-nya. Struk tersebut bisa jadi bukti pengajuan klaim ke bank penerbit kartu kredit.

3. Lapor ke penerbit mesin EDC

Selain penerbit kartu kredit, ternyata ada pula penerbit mesin EDC. Di Indonesia sendiri ada 12 penerbit mesin EDC yang merupakan institusi perbankan. Umumnya, bila mesin EDC sama dengan bank penerbit kartu anda, misal mesin EDC BNI dan kartu anda BNI, maka tidak akan dikenai charge.

Charge bisa terjadi karena perbedaan mesin EDC, tapi banyak juga yang sama antara mesin dan kartunya, tapi tetap kena charge. Yang seperti ini harus dilaporkan segera, karena tidak ada peraturan demikian dalam bank.

Di bawah ini merupakan penerbit mesin EDC di Indonesia, yang 12 diantaranya merupakan institusi perbankan (data per Juni 2017):

  • Citibank
  • PT Bank Bukopin Tbk
  • PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  • PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII)
  • PT Bank Mandiri Tbk
  • PT Bank Mega Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia 1946 Tbk (BNI)
  • PT Bank Permata Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
  • PT Bank Sinarmas
  • PT Indopay Merchant Services

Nah itu dia 3 cara untuk melaporkan merchant yang berbuat nakal dengan mengenakan charge 3% pada transaksi non tunai. Sebagai konsumen, BI dan perbankan turut mengajak masyarakat khususnya pemegang kartu kredit maupun debit agar turut andil dalam memberantas kecurangan-kecurangan yang merugikan pelanggan, dan menghambat program pemerintah untuk mewujudkan cashless society.

Jadi, yuk lebih berani dan lebih tanggap dengan turut serta melapor ke pihak yang berwenang jika ada kecurangan-kecurangan.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Transaksi Kartu Kredit atau Debit Kena Charge 3%, Begini Cara Melaporkannya!

Dian Bustham Marzuqie 08 October 2017

(2)
Saya dian. Saya pernah belanja di toko sepatu. Saya pake bni debit card kena biaya 2% dr transaksi belanja senilai Rp314.200 gesek dr mesin edc bca 2x kena biaya sweep. Gimana?

admin 08 October 2017

(0)

Hai, biarpun digesek dua kali (dobel swipe), bukan berarti kena biaya gesek dua kali juga. 

Artikel Terkait