Transaksi Mata Uang Asing dengan Kartu Kredit? Perhatikan Ini Dulu


Transaksi Mata Uang Asing dengan Kartu Kredit? Perhatikan Ini Dulu Rating : 0/5 (0)

Kemudahan teknologi dan kecenderungan travelling yang semakin tinggi membuat semakin banyak orang yang bertransaksi menggunakan mata uang asing. Berbelanja online di e-commerce luar negeri yang menggunakan mata uang asing, ataupun sekedar membayar minuman ketika anda berjalan-jalan di luar negeri, tak jarang membuat anda kesulitan.

Tapi, dengan adanya kartu kredit, semua hal di atas bisa terselesaikan dengan lebih mudah dan cepat. Meski begitu, anda tak boleh asal main gesek kartu kredit. Mengapa? Ketika anda bertransaksi menggunakan mata uang asing, ada yang namanya biaya kurs atau biaya selisih nilai tukar mata uang, termasuk transaksi menggunakan kartu kredit.

Baca juga: Cross Border Fee, Biaya Tak Terlihat yang Muncul di Lembar Tagihan

Supaya tidak menyesal dan marah-marah ke penerbit kartu kredit, anda harus paham bila transaksi menggunakan kartu kredit di luar negeri (online maupun offline) akan dikenakan biaya. Nah, di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Kurs Dollar menjadi patokan

Sebagian besar perbankan, e-commerce, penerbangan, maupun merchant lainnya yang asalnya dari luar negeri menggunakan kurs dollar sebagai satuan mata uang untuk barang yang dijualnya. Coba deh tengok amazon.com pasti pakai dollar bukan rupiah.

Mengapa dollar?

Karena dollar adalah mata uang yang paling umum digunakan di pasar uang, lain dengan euro yang hanya untuk eropa atau poundsterling yang milik UK. Masih kalah dibanding dollar kalau di pasar uang. Jika begini, sebaiknya anda tetap pilih mata uang dollar.

2. Biaya tukar kurs

Tahukah anda kalau bertransaksi dengan mata uang asing menggunakan kartu kredit akan dikenai biaya untuk penukaran kurs dari dollar ke rupiah? Masalahnya kartu kredit anda akan ditagihkan dalam bentuk rupiah, jadi tentu harus diubah ke rupiah.

Biaya konversi ini ada dua macam, yakni biaya yang dikenakan oleh pemilik jaringan kartu kredit (VISA/MasterCard/JCB/Amex, dst) dan biaya yang dikenakan oleh penerbit kartu kredit, misalnya Mandiri, BCA, HSBC, Citibank, BNI, dsb.

Untuk mengetahui berapa besar biaya ini, anda harus menanyakan secara langsung ke bank penerbit kartu kredit anda. Ini karena tiap bank mungkin ada perbedaan meski mungkin tidak signifikan. Biaya ini akan muncul di lembar tagihan, maka terkadang saat bertransaksi kita tidak menyadarinya, dan baru kaget ketika ia tertera di lembar tagihan.

Makin banyak anda bertransaksi dengan mata uang asing, makin banyak juga biayanya. Kalau anda adalah orang yang sering bertransaksi dengan mata uang asing, sebaiknya cari kartu kredit yang biaya konversinya rendah.

3. Transaksi Pakai Rupiah di luar negeri, bisa?

Terkadang ada juga e-commerce yang memberikan fasilitas pembayaran menggunakan mata uang pembeli. Hanya saja, biasanya ada biaya yang dikenakan oleh si pemilik toko (merchant). Nah untuk hal ini pun anda harus berhati-hati ya. Pastikan terlebih dahulu sebelum membeli.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Transaksi Mata Uang Asing dengan Kartu Kredit? Perhatikan Ini Dulu

Artikel Terkait