Waspada Ketika Membuat Kartu Kredit Via Marketing

Membuat kartu kredit ada beberapa cara, yaitu datang ke bank secara langsung, via online, dan via marketing kartu kredit. Yang disebut terakhir, yakni via marketing kartu kredit, memang menawarkan banyak kemudahan, tetapi anda harus waspada ketika membuat kartu kredit via marketing.

Jika anda rajin update berita, anda akan melihat beberapa hari ini di media online ramai diberitakan mengenai aksi pembobolan data kartu kredit sebanyak 1600 orang nasabah, dengan kerugian hingga miliaran rupiah. Sebetulnya, tidak mutlak juga pembobolan data kartu kredit, karena sejatinya para pelaku yang merupakan marketing kartu kredit memiliki data-data nasabahnya.

Kronologi mudahnya, bank merekrut tenaga marketing kartu kredit melalui outsourcing lalu kemudian, marketing tersebut yang akan bergerak mencari calon nasabah kartu kredit. Ketika sudah mendapatkan calon nasabah kartu kredit, maka marketing akan berurusan dengan data-data pribadi dan dokumen-dokumen penting nan rahasia milik calon nasabahnya. Data-data tersebut biasanya ada dalam formulir pengajuan kartu kredit, beserta dokumen tambahan yang wajib dilampirkan seperti fotokopi/scan npwp, fotokopi ktp, dan slip gaji 3 bulan terakhir.

Data-data dalam formulir pengajuan kartu kredit beserta dokumen tambahan ini kemudian akan dibawa oleh marketing kartu kredit ke bank untuk diberikan kepada analis bank. Selanjutnya, calon nasabah hanya tinggal menunggu survey dan verifikasi telepon oleh pihak analis bank. Sampai di sini, tugas marketing dengan anda telah selesai. Lalu, bagaimana dengan data-data pribadi anda selanjutnya?

Tips Belanja Parcel untuk Lebaran

Terkadang, data-data yang anda masukkan pada formulir kartu kredit bisa dicopy, dan marketing yang nakal bisa saja menyimpannya. Soal dokumen pendukung yang wajib dilampirkan seperti npwp, slip gaji, dan ktp, semuanya biasanya dalam bentuk softfile berupa gambar dalam format .jpg atau slip gaji dalam format .pdf. Nah, jika ini bisa disimpan oleh orang lain yang tidak berkepentingan, tentu sebagai calon nasabah, anda berhak merasa waswas, terutama jika marketing kartu kredit yang anda gunakan tidak terpercaya.

Dalam kasus penipuan terakhir, 2 pelaku merupakan pegawai outsourcing sebuah bank alias marketing kartu kredit. Tugas marketing adalah mencari calon nasabah, oleh karena mengatasnamakan bank maka kedua pelaku bisa mendapatkan data calon nasabah dengan mudah.

Triknya, mereka menggunakan data-data nasabah kartu kredit untuk digunakan membuat kartu kredit baru, mereka mengganti nomor telepon dan membuat KTP palsu. Setelah kartu kredit jadi, 2 pelaku lainnya akan menggunakannya untuk transaksi. Dengan cara ini, si pelaku berhasil membuat 1600 kartu kredit palsu dan merugikan perbankan maupun nasabah hingga miliaran rupiah.

Mulai sekarang pastikan anda membuat kartu kredit melalui sumber yang terpercaya dan pastikan keamanannya ya. Contohnya, bikin kartu kredit online via pilihkartu karena langsung masuk ke website bank. ^^.


Komentar untuk Waspada Ketika Membuat Kartu Kredit Via Marketing

Arnovi 14 November 2016

Wah wah bahaya juga ternyata lewat marketing.

Riki 14 November 2016

Infomasi yang berguna sekali menurut saya

Tia 14 November 2016

Nice info :)

fernando 14 November 2016

Noh dedek liat bahaya toh buat kartu kredit dengan jasa marketing, mending langsung ke bank nya biar aman dan terkendali.

[email protected] 14 November 2016

Wah ternyata bahaya juga ya, menggunakan jasa marketing. thanks dah info nya min

admin 14 November 2016

Sama-sama :). Tetap memilih jalur aman dalam mengajukan kartu kredit ya.

ginto 14 November 2016

Bagus dan mantap

Flunky 14 November 2016

Izin share ya min!

admin 14 November 2016

Silakan di share :).

Devan 14 November 2016

Bagus ini tip nya

admin 14 November 2016

 Cek juga tips kartu kredit lainnya ya :).

nani 14 November 2016

Lah bukan nya jika tidak ingin ribet kita harus menggunakan jasa marketing min?

admin 14 November 2016

 Memang, asal tetap pilih marketing yang terpercaya ya :).

feri hamzah 27 June 2016

saya sudah menerima pin kartu kredit tapi kartu kredit nya belum nyampai

admin 27 June 2016

Halo Feri, untuk masalah ini sebaiknya langsung menghubungi bagian Customer Service bank dimana anda mengajukan aplikasi kartu kredit :).
Related Article
Annual fee (iuran tahunan) merupakan salah satu ha...