Waspada Ketika Membuat Kartu Kredit Via Marketing


Waspada Ketika Membuat Kartu Kredit Via Marketing Rating : 5/5 (13)

Membuat kartu kredit ada beberapa cara, yaitu datang ke bank secara langsung, via online, dan via marketing kartu kredit. Yang disebut terakhir, yakni via marketing kartu kredit, memang menawarkan banyak kemudahan, tetapi anda harus waspada ketika membuat kartu kredit via marketing.

Jika anda rajin update berita, anda akan melihat beberapa hari ini di media online ramai diberitakan mengenai aksi pembobolan data kartu kredit sebanyak 1600 orang nasabah, dengan kerugian hingga miliaran rupiah. Sebetulnya, tidak mutlak juga pembobolan data kartu kredit, karena sejatinya para pelaku yang merupakan marketing kartu kredit memiliki data-data nasabahnya.

Kronologi mudahnya, bank merekrut tenaga marketing kartu kredit melalui outsourcing lalu kemudian, marketing tersebut yang akan bergerak mencari calon nasabah kartu kredit. Ketika sudah mendapatkan calon nasabah kartu kredit, maka marketing akan berurusan dengan data-data pribadi dan dokumen-dokumen penting nan rahasia milik calon nasabahnya. Data-data tersebut biasanya ada dalam formulir pengajuan kartu kredit, beserta dokumen tambahan yang wajib dilampirkan seperti fotokopi/scan npwp, fotokopi ktp, dan slip gaji 3 bulan terakhir.

Data-data dalam formulir pengajuan kartu kredit beserta dokumen tambahan ini kemudian akan dibawa oleh marketing kartu kredit ke bank untuk diberikan kepada analis bank. Selanjutnya, calon nasabah hanya tinggal menunggu survey dan verifikasi telepon oleh pihak analis bank. Sampai di sini, tugas marketing dengan anda telah selesai. Lalu, bagaimana dengan data-data pribadi anda selanjutnya?

Tips Belanja Parcel untuk Lebaran

Terkadang, data-data yang anda masukkan pada formulir kartu kredit bisa dicopy, dan marketing yang nakal bisa saja menyimpannya. Soal dokumen pendukung yang wajib dilampirkan seperti npwp, slip gaji, dan ktp, semuanya biasanya dalam bentuk softfile berupa gambar dalam format .jpg atau slip gaji dalam format .pdf. Nah, jika ini bisa disimpan oleh orang lain yang tidak berkepentingan, tentu sebagai calon nasabah, anda berhak merasa waswas, terutama jika marketing kartu kredit yang anda gunakan tidak terpercaya.

Dalam kasus penipuan terakhir, 2 pelaku merupakan pegawai outsourcing sebuah bank alias marketing kartu kredit. Tugas marketing adalah mencari calon nasabah, oleh karena mengatasnamakan bank maka kedua pelaku bisa mendapatkan data calon nasabah dengan mudah.

Triknya, mereka menggunakan data-data nasabah kartu kredit untuk digunakan membuat kartu kredit baru, mereka mengganti nomor telepon dan membuat KTP palsu. Setelah kartu kredit jadi, 2 pelaku lainnya akan menggunakannya untuk transaksi. Dengan cara ini, si pelaku berhasil membuat 1600 kartu kredit palsu dan merugikan perbankan maupun nasabah hingga miliaran rupiah.

Mulai sekarang pastikan anda membuat kartu kredit melalui sumber yang terpercaya dan pastikan keamanannya ya. Contohnya, bikin kartu kredit online via pilihkartu karena langsung masuk ke website bank. ^^.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Waspada Ketika Membuat Kartu Kredit Via Marketing

kayi 16 November 2017

(5)
mas kalo dia foto ktp sama cc yang kita punya tapi saya kasih nomor ponsel palsu gimana? dia tetep hubungi saya tidak? atau tetep dikirim kartu kreditnya?

admin 16 November 2017

(0)

Bank butuh nomor handphone anda karena akan menghubungi anda untuk verifikasi, bila tidak bisa dihubungi, tentu tidak akan diapprove.

fajar sukarno 26 April 2017

(5)
Kalo sudah terlanjur kirim foto KTP, NPWP sama kartu kredit yg kita punya gimana mas? Saya jadi was was

fajar sukarno 26 April 2017

(5)
Kalo sudah terlanjur ngasih foto KTP, NPWP sama kartu kredit kita yg aktif gimana mas? Saya jadi was was nih

admin 26 April 2017

(0)

Bila ternyata memang ada penyalahgunaan data-data bapak, nanti dilaporkan saja ke Polisi :).

Arnovi 14 November 2016

(5)
Wah wah bahaya juga ternyata lewat marketing.

Riki 14 November 2016

(5)
Infomasi yang berguna sekali menurut saya

Tia 14 November 2016

(5)
Nice info :)

fernando 14 November 2016

(5)
Noh dedek liat bahaya toh buat kartu kredit dengan jasa marketing, mending langsung ke bank nya biar aman dan terkendali.

[email protected] 14 November 2016

(5)
Wah ternyata bahaya juga ya, menggunakan jasa marketing. thanks dah info nya min

admin 14 November 2016

(0)

Sama-sama :). Tetap memilih jalur aman dalam mengajukan kartu kredit ya.

ginto 14 November 2016

(5)
Bagus dan mantap

Flunky 14 November 2016

(5)
Izin share ya min!

admin 14 November 2016

(0)

Silakan di share :).

Devan 14 November 2016

(5)
Bagus ini tip nya

admin 14 November 2016

(0)

 Cek juga tips kartu kredit lainnya ya :).

nani 14 November 2016

(5)
Lah bukan nya jika tidak ingin ribet kita harus menggunakan jasa marketing min?

admin 14 November 2016

(0)

 Memang, asal tetap pilih marketing yang terpercaya ya :).

feri hamzah 27 June 2016

(3)
saya sudah menerima pin kartu kredit tapi kartu kredit nya belum nyampai

admin 27 June 2016

(0)
Halo Feri, untuk masalah ini sebaiknya langsung menghubungi bagian Customer Service bank dimana anda mengajukan aplikasi kartu kredit :).
Artikel Terkait