Waspadai Bunga Pinjaman Online yang Mencekik


Waspadai Bunga Pinjaman Online yang Mencekik Rating : 0/ 5 ( 0 )
Di era digital saat ini, mencari pinjaman kian mudah. Adanya pinjaman online yang bisa didapatkan melakui aplikasi smartphone menjadi salah satu contohnya. Sayangnya, semakin ke sini ditemukan semakin banyak kasus terutama berkaitan dengan bunga pinjaman online yang mencekik.

Pinjaman Online, Primadona Baru di Dunia Kredit Konsumtif


Pinjaman online masuk ke dalam kredit konsumtif, karena memang umumnya digunakan untuk keperluan konsumtif seperti berbelanja, makan, dsb. Besar pinjaman mulai kecil saja, bisa mulai 200 ribu rupiah hingga 20 juta rupiah.

Cara mendapatkan pinjaman online pun mudah, pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi pinjaman online di playstore atau Appstore. Melakukan registrasi dengan memasukkan data diri, mengunggah ktp, kemudian plafond atau limit kredit akan diberikan.

Sayangnya, segala kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh aplikasi pinjaman online ini menyimpan syarat dan ketentuan yang lumayan membebani. Kebanyakan pengguna tidak mencermati syarat dan ketentuan sehingga mereka mudah sekali terjerat.

Ketentuan yang dimaksud adalah misalnya ketentuan biaya administrasi, ketentuan bunga, ketentuan denda yang dibebankan untuk seiap pinjaman.


Mudahnya begini, anda meminjam 500ribu, tapi dipotong biaya administrasi tinggi sebesar 150.000 rupiah, sehingga anda hanya terima 350 ribu rupiah. Tapi, bunga dihitung berdasarkan pinjaman anda yang 500ribu rupiah, bukan uang 350ribu yang anda terima.

Kemudian, ketentuan bunga. Bunga yang dibebankan seringkali sangat tinggi, bisa mencapai 1,5% hingga 3%, bahkan untuk pinjaman yang nominalnya kecil sekalipun. Gilanya lagi, ada pinjaman online yang mengenakan bunga harian, bukan bulanan! Bunga menjadi sumber keuntungan bagi pemilik pinjaman online.

Celakanya pemerintah belum punya aturan yang baku tentang ini. Sehingga, pemerintah juga seringkali tak berdaya menghadapi masalah bunga mencekik pinjaman online. Celakanya lagi, ketentuan bunga ini seringkai diabaikan oleh para pencari pinjaman online.

Manakala para pencari pinjaman online ini sudah terjerat bunga tinggi, barulah mereka berkoar-koar dirugikan, ditipu, dsb. Padahal, ketentuan bunga sudah dicantumkan oleh pemilik pinjaman online. Seringkali pencari pinjaman online kalah di sini, karena pemberi pinjaman online sedari awal sudah menaruh syarat dan ketentuan yang sifanya mengikat secara hukum.

Yang ketiga, ketentuan denda.

Ketika pinjaman yang telah jatuh tempo tidak segera juga dibayar, maka akan menimbulkan denda. Telat sehari atau dua hari bisa menimbulkan masalah panjang. Ada yang kemudian mengaku diteror debt collector hanya karena telat dua hari.

Ketentuan penagihan juga sebetulnya kebijakan perusahaan, tapi pemerintah tetap mengatur. Tapi untuk pinjaman online yang merupakan produk baru, pemerintah belum punya aturan yang baku. Sehingga, pemberi pinjaman bebas menentukan bagaimana mau menagih hutang ke peminjam.

Loading...

Ingin Punya Kartu Kredit?

Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Waspadai Bunga Pinjaman Online yang Mencekik

Artikel Terkait