Waspadai Pencurian Data Pribadi dengan Hal-Hal Ini


Waspadai Pencurian Data Pribadi dengan Hal-Hal Ini Rating : 0/5 (0)

Pencurian data pribadi merupakan jenis kejahatan yang dewasa ini marak dilakukan. Jangan salah, data pribadi anda merupakan data penting yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk finansial. Bayangkan bila ada orang jahat yang mengetahui berbagai data pribadi anda, dan digunakan untuk berbagai kejahatan seperti membobol akun finansial anda?

Apalagi era digital sekarang ini, dimana hampir semua transaksi finansial bisa dilakukan dengan menggunakan internet. Bermodalkan data-data pribadi, kita sudah bisa membuat akun perbankan, dan menggunakannya untuk berbelanja online dimana saja.

Perusahaan penyedia layanan-layanan perbankan digital memang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan IT untuk bisa menyediakan sistem dengan keamanan tingkat tinggi. Tapi, di luar sana masih saja ada orang-orang cerdik yang mencari celah untuk bisa melakukan kejahatan. Pencurian data pribadi merupakan salah satu cara.

Maka dari itu, anda sendiri perlu melakukan pencegahan agar data pribadi anda tidak jatuh dengan mudah ke tangan orang lain. Di bawah ini merupakan beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk menghindari pencurian data pribadi.

1. Jangan Ungkap Data Diri Via Telepon

Pencuri yang sudah terlatih, hanya dengan bermodalkan data nomor telepon seseorang, bisa langsung dengan mudah mendapatkan data pribadi seseorang tersebut hanya melalui telepon. Pencuri tersebut akan berpura-pura sebagai pihak bank dan menanyakan data diri nasabah.

Maka dari itu, bila anda nasabah bank, terutama nasabah kartu kredit, jangan sampai menyebutkan nomor rekening, nomor rekening bank, atau bahkan PIN ATM/kartu debit/kartu kredit. Data semacam ini merupakan data pribadi, bahkan pihak perbankan tidak akan pernah menanyakan kepada nasabahnya.

Jadi, bila ada penelepon yang menanyakan data diri anda terlampau pribadi, maka anda patut curiga dan segera hentikan telepon tersebut. Bila perlu, hubungi call center resmi bank anda dan tanyakan apakah nomor penelepon anda tersebut merupakan nomor resmi dari bank anda.

2. Gunakan password yang rumit

Password merupakan kunci untuk masuk ke sebuah akun. Oleh karenanya, supaya akun anda aman dan sulit dimasuki orang lain, gunakanlah kunci/password yang kuat. Kombinasi password yang rumit akan menghasilkan kunci/password yang kuat. Gunakan kombinasi angka, huruf besar dan kecil, serta karakter lain untuk menciptakan password yang rumit. Simpan password di tempat aman bila anda sendiri khawatir akan lupa.

Jangan pernah membuat password yang mudah ditebak, menggunakan nama sebagai password, menggunakan tanggal lahir sebagai password karena hacker akan dengan mudah menebak dan membobol akun-akun penting anda.

3. Simpan Struk

Bila anda membayar tagihan kartu kredit melalui ATM, maka anda akan mendapatkan struk pembayaran tagihan kartu kredit yang didalamnya tertera nomor kartu kredit. Jangan buang struk tersebut di tempat sampah karena orang bisa saja mengorek-ngorek tempat sampah dan menggunakan struk tersebut karena ada informasi nomor kartu kredit tertera didalamnya.

Surat-surat penting yang didalamnya tertera nomor rekening, nomor kartu kredit anda sebaiknya disimpan, bila ingin dibuang sebaiknya dibakar supaya tidak digunakan oleh orang lain.

4. Proteksi Gadget

Gadget atau smartphone sekarang ini rata-rata sudah menggunakan sistem operasi Android maupun iOS, artinya smartphone sekarang sangat mendukung jika diinstall dengan aplikasi-aplikasi. Kebetulan perbankan sekarang telah menciptakan aplikasi-aplikasi untuk memudahkan nasabah untuk cek transaksi, transfer, bayar tagihan kartu kredit, sampai isi pulsa.

Baca juga: Langkah Aman Berkartu Kredit

Maka dari itu, penting untuk anda agar memproteksi gadget anda dengan serangkaian sistem keamanan. Saat ini banyak tersedia sistem keamanan seperti PIN, pola, dan sidik jari untuk keamanan gadget. Pasang juga fitur pelacak sehingga jika gadget anda hilang, dapat dengan mudah melacaknya.

5. Hati-hati dalam bertransaksi

Ketika menggunakan kartu debit atau kartu kredit saat bertransaksi di mesin EDC, maka anda sebaiknya ekstra hati-hati. Tutupi tangan anda ketika memasukkan PIN. Ada juga yang memasang alat bernama skimmer di mesin EDC. Ketika menggesek di mesin EDC yang sudah terpasang skimmer tersebut, pencuri bisa mencuri data pribadi yang terekam dalam kartu, kemudian menggunakan data-data tersebut untuk membuat kartu palsu atas nama anda.

Advertisement

Ingin Punya Kartu Kredit? Pilih Kartu Kredit Dari Bank Yang Kamu Mau

Komentar untuk Waspadai Pencurian Data Pribadi dengan Hal-Hal Ini

Artikel Terkait